1 2 3 4 5 6

Popular Posts

Selasa, 18 Desember 2012

Polisi Diingatkan Teten Jangan Berlebihan dalam Mengawal



Bandung - Mulai hari ini, Selasa (18/12), pihak Kepolisian Daerah Jawa Barat akan mengawal para calon pada pilkada Jabar 2013. Salah satu Cawagub, Teten Masduki menginginkan agar polisi dalam pengawalannya tidak berlebihan dan menyebabkan terganggunya jarak antara calon dengan rakyat.

"Saya berharap pengawalan selama kampanye nanti tidak berlebihan atau malah memberi ruang atau jarak antara kami dan rakyat," ujar Teten di Posko Relawan jalan Pudak 21 Bandung, Selasa (18/12/12).

Teten juga berharap agar pengawalan polisi bersifat sederhana dan tidak menyinggung perasaan rakyat Jawa Barat, terutama  saat berkampanye, pasalnya akan mengganggu keakraban dirinya dengan rakyat.

"Saya percaya nanti anggota (kepolisian) yang diturunkan merupakan anggota Profesional dan bisa berdiskusi dengan tim saya sehingga hal-hal yang bisa menimbulkan citra negatif bisa dihindari," tegas pegiat anti korupsi ini.

Polda Jawa Barat menurunkan beberapa personilnbya untuk mengawal setiap calon yakni dengan 10 personil untuk masing-masing calon. (ma/rob)

Selasa, 23 Oktober 2012

DPRD Indramayu Berkujung Ke DPRD Padang



Indramayu - Kota Pa­dang masih menjadi salah satu tujuan studi banding bagi se­jumlah daerah lainnya di Indo­nesia. Kemarin, DPRD Kota Pa­­dang mendapat kunjungan da­­ri DPRD Kabupaten Indra­mayu.

Rombongan Badan Legis­la­si Daerah (Balegda) yang di­pimpin langsung Ketua Baleg, Juendi dengan memboyong sebanyak delapan anggota Balegda, Sekwan plus se­jum­lah staf sekretariat wakil rakyat kabupaten yang terletak di­pe­sisir Jabar tersebut.

“Kita mencari sharing dan menjaring masukan, terutama soal Prolegda yang di DPRD Padang,” kata Ketua Baleg DPRD Kabupaten Indramayu, Juendi disela-sela pertemuan ke­marin.

Disebutkannya, ber­da­sar­kan Program Legislasi Daerah (Prolegda) DPRD Indramayu ada sebanyak 26 Ranperda yang harus diselesaikan pada 2012 ini. Sebanyak 4 Ranperda inisiatif dan 22 diantaranya merupakan Ranperda dari eksekutif yang separo dian­taranya juga telah diselesaikan.

Sedangkan untuk tahun depan ada sebanyak 22 Ran­per­da yang terdiri dari 6 Ran­per­da inisiatif dan 16 Ranperda yang berasal dari eksekutif. “Namun permasalahannya ada juga Ranperda yang dima­su­kan pada akhir tahun. Inilah ya­ng ingin kita ketahui, bagai­mana memenej jika terjadi hal seperti ini,” ungkap politisi PKB tersebut.

Ketua Balegda DPRD Kota Padang, Jhon Roza Saukani yang menerima rombongan tersebut menyebutkan, hal serupa juga pernah terjadi di DPRD Padang yakni saat mem­­bahas Ranperda Per­us­a­ha­an Daerah (Perusda) Pasar pada 2011.

Bahkan, akibatnya wakil rakyat terpaksa harus menarik Ranperda tersebut. Apalagi Kondisi Kota Bingkuang pada saat itu, juga Pascagempa. Karena kalau pasar sudah jadi Perusda, aset tentunya juga akan menjadi milik Perusda. “Inilah yang membuat kita harus menarik lagi Ranperda tersebut,” ungkapnya.

Kendati demikian, pada prinsipnya penarikan Ran­per­da tersebut harus disesuaikan dengan Tatib Dewan. Karena untuk melahirkan suatu Ran­per­da tersebut diperlukan ma­sukan dari berbagai elemen dan unsur terkait lainnya.

“Namun secara umum me­ka­nisme pembahasan Ran­per­da tersebut kita bawa ke rapat pimpinan dulu dan kemudian dibahas di tingkat Pansus,” jelasnya.(sumber)

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indramayu Masih Tinggi



Indramayu - Tingkat kematian bayi dan ibu yang melahirkan di Indramayu, Jawa Barat diakui Sekda Indramayu Ahmad Bachtiar, SH masih cukup tinggi. Setiap hari rata-rata 1,5 bayi yang dilahirkan di Indramayu meninggal dunia atau setahun 506 bayi yang dilahirkan mati.

Tingginya angka kematian bayi dan ibu melahirkan di Indramayu lanjut Sekda Indramayu Ahmad Bachtiar, menjadi keprihatinan bersama. Salah satunya variabel pendukung tingginya angka kematian bayi dan ibu melahirkan itu 30 persen karena tidak tepat dan cepat dalam memberikan pelayanan kesehatan. Dan 70 persennya akibat perilaku lingkungan.

Ahmad Bachtiar mengemukakan hal itu kemarin saat membuka pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) yang diikuti 35 orang perawat RSUD Pantura M.A Sentot Patrol termasuk 6 perawat dari instansi lain. Diklat BTCLS kali ini angkatan II. Sebelumnya, 35 perawat RSUD Pantura M.A Sentot Patrol juga mengikuti Diklat BTCLS Angkatan I.

Sekda menghargai RSUD Pantura MA. Sentot Patrol berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan. Sebab peningkatan SDM Kesehatan merupakan keharusan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sekaligus menjawab semakin ketatnya persaingan rumah sakit. Sehingga setiap rumah sakit dituntut memberikan pelayanan terbaik.

Dikatakan, Pemkab Indramayu sekarang ini berupaya meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) khususnya dibidang kesehatan. Upaya yang harus dilakukan adalah menekan angka kematian bayi dan ibu melahirkan dan meningkatkan angka harapan hidup.

Direktur RSUD Pantura M.A Sentot Patrol dr. Mohamad Toha mengakui sekarang ini semakin banyak rumah sakit bermunculan untuk itu RSUD Pantura M.A Sentot Patrol merasa tertantang memberikan pelayanan medis. “RSUD Pantura M.A Sentot Patrol ini besar karean didukung sarana dan prasarana kesehatan. Bahkan bisa mendatangkan dana dari Jakarta guna mendukung pembangunan konstruksi dan alat kesehatan,” katanya.

RSUD Pantura M.A Sentot Patrol sudah melakukan penandatangana kerja sama dengan Direktrur AGD (Ambulans Gawat Darurat) Dinkes DKI Jakarta dalam pelatihan BTCLS di Wilayah III Cirebon.(sumber)

Minggu, 21 Oktober 2012

TKI Bantah Disandera di Bandara Soetta


Indramayu - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Indramayu, Jawa Barat, membantah telah disandera di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Ika Purnawingsih (23), Ahad (21/10), mengaku diminta petugas untuk masuk ke ruang khusus di Terminal II Bandara Soetta.

"Semua itu tidak benar. Saya juga kaget dengan pemberitaan itu. Saya turun dari pesawat dan (langsung) diminta petugas untuk masuk ke ruang TKI. Tidak ada penyanderaan," kata Ika Purnawingsih.

Sebelumnya, Ika dikabarkan disandera karena tidak mampu membayar uang pungutan liar sebesar Rp600 ribu. Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat juga mengatakan bahwa kabar penyanderaan itu tidak benar.

Sementara itu, Ika mengaku pulang lebih cepat ke kampung halamannya karena tidak betah dengan majikannya di Singapura. "Aku pulang cepat karena tidak betah. Majikannya sedikit cerewet," kata Ika.
Ia juga mengaku mendapat perlakuan kasar dari sang majikan. "(Majikan) mendorong pintu ke badan saya. Tanganku diremas dan dimarah-marahi," ungkap Ika.

Mengenai perlakuan kasar majikannya itu, ia mengaku telah melaporkan hal tersebut ke agen TKI di Singapura. Namun, menurutnya tidak ada tanggapan dari pihak agen tersebut. Jumhur Hidayat mengatakan, Ika Purnawingsih akan dipulangkan ke Indramayu pukul 04.30 WIB menggunakan mobil travel tanpa biaya. (sumber)

Gagal Berangkat, Jamaah Calon Haji Malu Pulang Kampung


Indramayu - Sejumlah calon jamaah haji (JCH) yang gagal berangkat ke Tanah Suci di Hotel Mega Matra, menangis saat mesti kembali ke kampung halamannya, Sabtu (20/10/2012). Salah seorang yang menangis, yakni Darwiyah (54), JCH asal Indramayu. Sabtu sore, Darwiyah menunggu rekan-rekannya menjemput dirinya untuk pulang ke kampungnya di Indramayu.

Sore itu, Darwiyah dengan membawa dua tas besar berisi baju dan perlengkapan yang rencananya ia pakai selama di Tanah Suci, menunggu rekannya di bawah pohon mangga yang berada di parkiran mobil Hotel Mega Matra di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur. Hotel itu adalah tempat penampungan mereka sebelum berangkat haji.

Darwiyah terus menitikkan air mata, sedangkan sejumlah rekan-rekan sesama jamaah yang gagal berangkat tampak menenangkannya. Bahkan, ketika mobil Xenia hijau metalik yang menjemputnya datang, tangis Darwiyah makin terdengar jelas.

Seorang jamaah calon haji wanita lainnya lekas menghampiri Darwiyah, lalu memeluknya erat-erat. "Sudah Bu, sudah, mau bagaimana lagi kalau sudah tidak bisa berangkat," ucap Ibu tersebut menenangkan. Tapi Darwiyah terus menangis.

Rupanya, di kampungnya, Darwiyah sudah kepalang bercerita, bahkan mengadakan acara makan-makan sebelum berangkat naik haji. Makanya, Darwiyah merasa malu untuk kembali ke kampungnya lantaran gagal berangkat haji. Akhirnya, Darwiyah pun memilih masuk ke mobil dengan langkah perlahan dan mata sembab.(sumber)

Sabtu, 20 Oktober 2012

Mantan Kuwu Indramayu Jadi Bajing Loncat



Indramayu - Truk kontainer dengan muatan 1.800 kardus sarden dibajak di jalur pantai utara (pantura) Indramayu. Komplotan pelaku, sindikat bajing loncat yang sudah tertangkap di antaranya beranggotakan dua mantan kepala desa (kuwu) di Indramayu.

Sopir truk, Marhadi (52) menuturkan, sedianya bernomor polisi B 9172 KEU yang dia bawa berangkat dari Banyuwangi Senin (15/10), untuk mengantar muatan ke Karawang. Dia membawa truk dengan kondektur keponakannya, Iyan (24). Keduanya merupakan warga Kec. Jawilan Kab. Serang Banten.

Namun sebelum berangkat, dia mendapat telepon melalui telepon selular. "Teman saya ngontak, katanya dia mau ikut ke Jakarta. Saya juga tidak tahu dia dapat nomor telepon saya dari mana. Dia mulai menumpang dari Pasuruan," kata Marhadi ditemui Jumat (19/10).

Teman yang dia maksud adalah Hengky, kenalan sesama sopir. Saat itu, Hengky menumpang bersama pria lain yang mengaku bernama H. Didi. Di kawasan Pemalang, mereka sempat berhenti untuk membeli minum. Namun minuman botol tersebut baru diminum di tol Palikanci. "Keluar dari tol, saya mulai pusing, mungkin karena minuman itu," kata Marhadi.

Saat melintas di Lingkar Kiajaran Lohbener Indramayu, Rabu (17/10), Marhadi memutuskan untuk berhenti sejenak di pinggir jalan. Dia menyempatkan turun untuk buang air kecil. "Setelah itu saya makin pusing, yang ingat cuma muka ditutup, lalu dibawa ke mobil kecil. Saya juga tidak tahu nasib kondektur," ujarnya.

Saat sadarkan diri, Kamis (18/10) pagi, dia sudah berada di tengah hutan di kawasan Cikamurang, Indramayu, jalur alternatif penghubung Sumedang-Indramayu-Subang. Beberapa bagian muka dirasa sakit dengan mata dan mulut ditutup lakban, dan tangan terikat. Berhasil melepaskan ikatan, dia segera meminta tolong warga setempat kemudian dilarikan ke Puskesmas terdekat. "Pas mau ke Puskesmas itu, di pom bensin saya melihat truk yang saya bawa. Tapi waktu dicek, isinya sudah kosong," tuturnya.

Kemudian dia segera melaporkan kejadian tersebut seraya mendapat perawatan medis di Puskesmas Terisi. Ternyata, sang kondektur sudah lebih dulu dibawa warga ke puskesmas tersebut. Kondisinya kurang lebih sama, dengan beberapa lebam di bagian muka. "Saya juga dibuang di Cikamurang," ujar Iyan.

Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Polisi G. Pangarso Rahardjo Winarsadi didampingi Kasatreskrim Ajun Komisaris Polisi I Nyoman Dita dan Kasubag Humas Ajun Komisaris Polisi Wahyudin menuturkan, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung melakukan penelusuran. Selain olah tempat kejadian perkara (TKP), informasi juga dihimpun dari sejumlah saksi.

Dalam waktu singkat, sekitar sembilan jam dari laporan, titik terang ditemukan. Hasilnya, kuat dugaan muatan dari truk tersebut dipindahkan ke sebuah rumah makan di jalur alternatif, Kec. Gantar Kab. Indramayu. "Kami kemudian melakukan penggeledahan dan ditemukan 1.800 dus sarden sudah tersusun rapi," ujar Pangarso.

Atas kasus pencurian dengan kekerasan ini, sedikitnya 14 orang diperiksa. Namun dalam perkembangannya, lima orang ditetapkan sebagai tersangka. Dua di antaranya adalah Sh (42) dan Mn (45), mantan kuwu di Indramayu. Tiga tersangka lain yang sudah ditangkap adalah Wr (49), (34), dan Ch (48). Diperkirakan, nilai kerugian mencapai Rp 3 miliar.

Pangarso menuturkan, saat ini kasus tersebut masih dalam pengembangan. Tersangka diancam dengan pasal 365 KUH Pidana tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman pidana penjara sembilan tahun. Sementara itu, sejumlah tersangka lain, termasuk seorang mantan kuwu, masih dalam pengejaran.(sumber)

Jumat, 19 Oktober 2012

Status Tersangka Korupsi Tak Halangi Yance Jadi Jabar 1



Indramayu - Partai Golkar tak mempermasalahkan status Irianto MS Syafiuddin alias Yance, yang telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi kasus pembebasan lahan untuk pembangunan Proyek PLTU 1 Indramayu, sewaktu dirinya menjadi Bupati Indramayu. Yance tetap melaju sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018.

"Ya, Pak Yance sudah mengatakan kesiapannya, Pak Yance sendiri sudah siap menghadapi kasus itu ya, kita sudah tanya semua, Ketum (Aburizal Bakrie) pun sudah tanya semua, baik mengenai kasus yang melilitnya, kemudian logistik dan segala macam itu sudah siap," papar Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan Derwan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Indra J Piliang dalam diskusi bertajuk "Adu Figur atau Adu Partai" di gedung DPD RI, Jakarta, Jumat (19/10).

Selain itu, ujar Indra, Yance juga diusulkan secara penuh oleh Ketua Umum partai berlambang beringin itu, Aburizal Bakrie (Ical), serta Yance telah menyatakan kesiapannya menghadapi upaya-upaya yang akan menjegalnya dalam Pilkada Jabar, pada Februari tahun depan.

Menurut Indra, yang terpenting dalam menghadapi pertarungan di Jabar, Golkar akan menyusun strategi pemenangan, salah satunya dengan sosialiasai dirinya di basis masa daerah Selatan Jawa Barat.
"Tapi yang paling penting memang Pak Yance baru dikenal di daerah Pantura, Jabar, bagian Utara, nah di bagian Selatan ini yang harus dia antisipasi. Jadi itu memerlukan kerja untuk mempopulerkanya sosok Pak Yance di bawah," ujarnya.

Indra mengklaim, didukugnya Yance sebagai Cawagub Jabar dalam pilkada Tatar Pasundan itu, karena telah memiliki kekuatan yang maksimal, ditambah mesin partai dari pusat.

"Artinya, Bang Ical itu sudah berkeliling Jabar. Nanti Bang Ical juga akan bekeliling di seluruh kabupaten atau kota di Jabar. Jadi, Bang Ical meminta dukungan DPP yang lebih kuat, artinya kader-kader DPP akan turun, dengan penugasan khusus yang diberikan Ketum kepada seluruh fugsionaris DPP dan DPD, khususnya yang berdomisili di Jakarta untuk membantu menggerakan kemenangan ini," bebernya.

Ia menjelaskan, pertarungan Pilgub Jabar merupakan barometer yang dipertaruhkan Golkar untuk suksesnya dalam Pemilu 2014 mendatang. "Artinya, ini pertaruhan partai Golkar. Kalo kita kalah di Jabar, kita akan kalah di seluruh Indonesia. Kalau kita menang di Jabar, maka kita akan menang di Indonesia. Jadi ini barometer untuk hasil pemilu."

Saat menjabat Bupati Indramayu, Yance oleh Kejaksaan Agung ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek PLTU 1 Indramayu, Jawa Barat. Ia diduga menyelewengkan dana pembebasan lahan proyek ini pada 2004. Lahan itu seluas 82 hektar di Desa Sumur Adem, Kecamatan Sukra.

Panitia pembebasan lahan diduga menggelembungkan nilai harga jual, yakni dari nilai Rp 22 ribu per meter persegi menjadi Rp 42 ribu per meter persegi. Akibatnya, negara diduga mengalami kerugian sebesar Rp 42 miliar. Kejaksaan Agung menetapkan Yance sebagai tersangka pada 2010. Namun hingga kini kasusnya mandek tanpa kejelasan.(sumber)

Kamis, 31 Mei 2012

Pemkab Indramayu Antisipasi Kelangkaan Gas Elpiji


Indramayu - Kesulitan masyarakat dibeberapa pecan ini untuk mendapatkan pasokan tabung gas elpiji isi 3 kilogram tidak membuat diam bagi Pemerintahan Kab. Indramayu, salah satunya pada Selasa (29/5) kemarin Asisten Ekonomian dan Pembangunan Pemkab Indramayu menggelar pertemuan dengan mengundang Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kab. Indramayu.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Indramayu Drs. Supardi mengatakan, keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan tabung gas isi 3 kilogram hampir terjadi di semua wilayah di Indramayu. Hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut yang akhirnya akan merugikan bagi masyarakat banyak. Ia mengakui kelangkaan pasokan tabung gas elipiji isi 3 kg yang terjadi sejak beberapa pekan lalu sangat dirasakan oleh pemkab, sehingga perlu upaya penanganan serius agar masyarakat tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan isi tabung gas tersebut.

“Pemkab menilai kelangkaan gas elpiji ini sangat krusial dan meresahkan bagi masyarakat, oleh karenanya kami mengundang Hiswana Migas untuk mengantisipasi terhadap kebutuhan tabung gas elipiji tersebut di bulan selanjutnya, ”ujar Supardi.

Dikatakannya, pertemuan yang dihadiri Korda Hiswana Migas Indramayu Sri Wahyuni Utami, Dewan Penasehat Ade, Kabid SPBU Adhi, Kabid LPG Fauzi, Ketua Umum Lutfi, dan Sekum Lutfi, sebagai bentuk persiapan yang akan ditindaklanjuti pada Rapat Koordinasi yang akan digelarnya dengan Bupati Indramayu termasuk juga mengundang unsur kecamatan.

Sementara itu Korda Hiswana Migas Indramayu Sri Wahyuni Utami, menjelaskan, pihaknya telah berupaya mengantisipasi terkait keluhan masyarakat tentang sulitnya mendapatkan tabung gas isi 3 kilogram.
Menurutnya, upaya yang dilakukannya sejak Senin (28/5) lalu, yakni pengiriman ekstra dropping di 13 agen LPG isi 3 kg di wilayah Indramayu, salah satunya PT Darma Sada Pratama Blok Karang Malang, PT Hasan Manunggal Lestari Simpang Tiga Karangampel, PT. Amanah Putra Sejati Dusun Badong Sukra, PT. Sepakat Maju Jaya Jalan Dampu Awang, PT. Asri Mitra Triharta Margadadi-Indramayu, PT Panca Sakti Abadi Jatibarang yang masing-masing mendapatkan sebanyak 560 ribu tabung gas isi 3 kg.

Dilanjutkannya, selain di 13 agen yang sudah dilakukannya, ekstra dropping ini juga akan dilanjutkan di 8 agen lainnya di wilayah Indramayu seperti di Sukra, Karangampel, dan Jatibarang. Hal lainnya dijelaskan Kabid Perdagangan Diskoperindag Kab. Indramayu Hj Junawati, berdasarkan data yang diterima dari Hiswana Migas sampai dengan akhir Mei 2012 untuk pasokan tabung gas isi 3 kg pada posisi yang aman, terlebih ada upaya ektra dropping yang dilakukan Hiswana yang jumlah cukup lumayan besar.

Hj Junah mengatakan, untuk mengantisipasi kebutuhan LPG 3 Kg pada Juni-Juli mendatang, dalam waktu dekat ini pihaknya akan kembali melayangkan surat permohonan usulan LPG 3 Kg yang akan diajukannya kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI melalui Direktur Jendral Minyak danb Gas Bumi.
“Termasuk jumlah penambahan kebutuhan LPG 3 Kg pada Juni-Juli mendatang sebanyak 957.715 tabung gas isi 3 kg,”katanya.(sumber)

Rabu, 16 Mei 2012

Perhutani Perhatikan Tuntutan Petani Hutan

 
Indramayu - Perum Perhutani Indramayu, Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan berjanji akan memperhatikan tuntutan petani hutan.

Para petani yang tergabung dalam Serikat Tani Indramayu (STI) melakukan demonstrasi, Senin (14/5), di tiga tempat, yakni di gedung DPRD, depan pendopo alun-alun Pemkab Indramayu, dan depan halaman kantor Perum Perhutani Indramayu.

Mereka mendesak aparat untuk menindaklanjuti pun gutan liar (pungli) tentang irigasi. Selain itu agar hutan yang dikuasai oleh Perhutani bisa dijadikan hutan adat dan meminta kepada aparat untuk tidak melakukan intimidasi tentang hak berekspresi dan berorganisasi.
Tiga tuntutan itu disampaikan dalam berdialog di gedung DPRD Indramayu melalui 10 orang perwakilan dari STI yang diterima oleh lima anggota DPRD.

Menurut Administratur Perum Perhuni KPH Indramayu Amas Wijaya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya bersama Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Indramayu Firman Muntako menjelaskan, sebenarnya Perum Perhutani sudah membentuk lembaga yang mengatasnamakan warga petani hutan yakni lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) di 26 desa dan 10 kecamatan yang tersebar se-Kabupaten Indramayu, sebagai mitra kerja Perum Perhutani dan Pemkab Indramayu.

Sudah terekrut sekitar 10.000 orang petani warga hutan. Jika dikalikan 3 orang saja, dari pihak keluarganya menjadi 30.000 warga yang memanfaatkan lahan hutan.

Dengan memanfaatkan tanaman tumpang sari untuk para petani hutan, maka berharap bisa membuka lapangan kerja untuk masyarakat dan bisa menghidupi ekonominya. Perhutani sendiri bersama Pemkab Indramayu lebih mengedepankan aspek pemanfaatan lahan, bukan pada aspek kepemilikan lahan hutan.(sumber)

Senin, 14 Mei 2012

Yance Diminta Selesaikan Masalah Lahan Sebelum Maju Pilgub



Indramayu - Mantan Bupati Indramayu Irianto MS Syaifuddin alias Yance diminta menyelesaikan masalah pelebaran jalur Pantura Indramayu sebelum maju dalam bursa Pilgub Jabar 2013. Sebab selama 10 tahun, warga di lokasi pelebaran tersebut merasa terombang-ambing.

Untuk menyuarakan aspirasinya, sekitar 50 orang yang teergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Indramayu dan masyarakat yang jadi korban pelebaran jalan, menggelar aksi di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (14/5/2012).

"Selesaikan dulu masalah ini sebelum Yance maju pada pilgub," tegas Dedi Wahyudi, perwakilan warga.

Dijelaskannya, sejak 2003 warga di lima desa di Indramayu terpaksa dibebaskan lahannya demi pelebaran jalur Pantura. Namun, ganti rugi yang diberikan tidak sesuai harga pasaran. Bahkan, banyak yang hingga kini belum mendapat ganti rugi.

"Lima desa yang terkena penggusuran ini adalah Jumbleng, Langut, Lanjan, Kiajaran Kulon dan Kiajaran Wetan. Banyak yang belum dibayar," jelas Dedi.

Sementara berdasarkan perhitungan, harusnya masyarakat sekitar total menerima ganti rugi hingga Rp 8,4 miliar. Harga tanah di sana berkisar Rp 275-300 ribu per meter persegi.

"Kita sudah berkali-kali aksi di Indramayu dan tidak ada hasilnya. Hari ini kami aksi ke sini, mudah-mudahan ada hasilnya," harap Dedi.

Dalam aksinya, mahasiswa dan warga bersatu menyuarakan aspirasinya. Bahkan, banyak ibu-ibu yang ikut dalam aksi tersebut.(sumber)

Kamis, 10 Mei 2012

SMK Jurusan Perikanan di Indramayu Diminati Perusahaan Jepang


Indramayu - Ratusan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan perikanan di Kabupaten Indramayu diminati oleh sejumlah perusahaan perikanan Jepang. Perusahaan itu berminat untuk memagangkan lulusan SMKasal Indramayu sebagai teaga pengolahan ikan.

Akan hal ini, Bupati Indramayu, Anna Sophanah, mengaku bangga dengan minat Pemerintah Jepang terhadap para tenaga kerja asal Kabupaten Indramayu. Dia pun menyambut baik  permintaan dari Pemerintah Jepang tersebut.

Salah seorang lulusan SMK jurusan perikanan yang pernah magang di Jepang, Adi, mengungkapkan, sangat bersyukur bisa magang di perusahaan ikan di Jepang. Meski dituntut etos kerja yang tinggi, namun gaji yang diterimanya cukup besar.

Adi menyarankan, bagi para lulusan SMK yang nantinya akan berangkat magang ke Jepang, harus memiliki sifat sabar dan pantang menyerah. Pasalnya, bekerja di bidang perikanan memiliki tantangan kerja yang cukup berat. Apalagi jika ditempatkan di kapal penangkapan ikan.

"Jangan cepat emosi supaya tidak terkena masalah di tempat kerja," tandas Adi, Kamis (10/5).(sumber)

Berita Baru

Ikuti Artikel Ini Melalui Email Anda

 
Copyright © 2012. Kabar Indramayu . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Robert Petualang Inspired from cuplik.com