Rabu, 14 Desember 2011

Home » » Eks Pengurus: Ini Menambah Catatan Buruk Kepemimpinan Yance

Eks Pengurus: Ini Menambah Catatan Buruk Kepemimpinan Yance


Indramayu - DPD Golkar Jabar memberhentikan 26 pengurusnya. Pemberhentian yang dinilai sepihak itu dianggap sebagai pertaruhan kepemimpinan Irianto MS Syaifuddin atau akrab disapa Yance sebagai ketua DPD Golkar Jabar ke depan.

Sebab pemberhentian dinilai tidak dilalui dengan mekanisme yang seharusnya ditempuh sesuai AD-ART (Anggaran Dasar-Anggaran Rumah Tangga) serta PO (Peraturan Organisasi).

"Golkar di bawah kepemimpian Irianto MS Syaifuddin dengan amat jelas telah mempertaruhkan kredibilitas dan eksistensi Partai Golkar Jabar serta dapat diperkirakan mengancam cita-cita partai untuk keluar sebagai pemenang dalam pileg dan pilpres 2014," kata juru bicara 11 eks pengurus DPD Golkar Jabar Topan Ardiansyahputra.

Hal itu dikemukakan Topan dalam konferensi pers di RM Sindang Reret, Jalan Surapati, Rabu (14/12/2011).

Menurut Topan hal itu jelas mengancam kemenangan Golkar nanti. Itu karena mereka yang diberhentikan merupakan orang-orang yang duduk di posisi strategis organisasi di bawah naungan Golkar.

"Boleh jadi beliau sebagai bakal calon gubernur Jabar tidak membutuhkan dukungan organisasi-organisasi induk dan daerah," jelasnya.

Pemberhentian 26 pengurus pun dinilai menambah serentetan catatan buruk Yance sejak memimpin DPD Golkar Jabar. Sebab selama ini banyak masalah krusial yang mewarnai perjalanan periode kedua kepemimpinan Yance.

"Selama ini terjadi penyimpangan kronis tata kelola organisasi dengan memandulkan fungsi dan peran pengurus. Lalu mandulnya eksekusi atas keputusan-keputusan rapat pleno, utamanya keputusan yang bersifat strategis bagi kepentingan partai," tutur Topan.

Pihaknya juga menyoroti rendahnya partisipasi pengurus dalam kegiatan partai. "Itu disebabkan sikap dan tindakan Pak Yance yang kontraproduktif. Selain itu beliau sangat jarang hadir di Sekretariat DPD Golkar Jabar karena kesibukannya sebagai petinggi di Kabupaten Indramayu," paparnya.

Jika kondisi itu terus dibiarkan, Topan mewakili teman-temannya pesimis Golkar akan memenangkan pileg dan pilpres, termasuk pilgub Jabar.

"Jabar punya pengaruh besar dalam politik nasional. Kesalahan pengelolaan partai dibawah kepemimpinan Pak Yance akan berpengaruh negatif untuk cita-cita partai mengambilalih kursi presiden di pilpres 2014, pileg, bahkan pilgub," tandasnya.

Topan menambahkan, Jabar merupakan lumbung suara bagi Golkar dimana 91 kursi di DPR RI diduduki kader partai berlambang pohon beringin itu. Selain itu, kader Golkar juga mengisi 100 kursi di DPRD Jabar, lebih dari 1.500 kursi di DPRD kabupaten/kota, serta lebih dari 20 ribu kursi di Badan Musyawarah Desa/Kelurahan.[det/adm]
Silahkan Bagikan Artikel Ini :

Posting Komentar